Gejala dan Penanganan Radang Kandung Empedu atau Kolesistitis Akut

Gejala dan Penanganan Radang Kandung Empedu atau Kolesistitis Akut

Kolesistitis akut adalah reaksi inflamasi kandung empedu dengan/atau tanpa adanya batu, akibat infeksi baKterial yang disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan dan panas badan. 

Faktor yang mempengaruhi terjadinya kolesistitis akut yaitu statis cairan empedu, infeksi kuman, dan iskemia dinding kandung empedu. Kuman yang tersering menyebabnya koesistitis akut yaitu E.coli, strep. Fecalis, klebsiella, anaerob(bacteroides dan clostridia), kuman akan mendekonjugasi garam empedu sehingga menghasilkan asam empedu toksik yang merusak mukosa. 

Penyebab utama adalah batu kandung empedu yang terletak di duktus sistikus sehingga menyebabnya statsi cairan empedu, sedangkan kecil kasus timbul tanpa adanya batu empedu (kolesistitis akut akalkulus) seperti karena regurgitasi enzim pancreas. Wanita, obesitas, dan usia lebih dari 40 tahun akan lebih sering terkena. 

PENDEKATAN DIAGNOSISAnamnesisNyeri epigastrium atau perut kanan atas yang dapat menjalar ke daerah pundak, skapula kanan dapat berlangsung sampai 60 menit tanpa reda, disertai demam. Nyeri dapat dirasakan tengah malam atau pagi hari. Penjalaran dapat ke sisi kiri menstimulasi angina pektoris. Nyeri timbul dipresipitasi oleh makanan lemak, palpasi abdomen, atau yawning. 

Pemeriksaan FisikPeningkatan suhu tubuh mengindikasikan adanya infeksi kuman. Posisi pasien akan menekuk badannya, teraba masa kandung empedu, nyeri tekan disertai tanda-tanda peritonitis lokal, tanda Murphy (+), ikterik biasanya menunjukkan adanya batu di saluran empedu ekstrahepatik. 

Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium: DPL (leukositosis), SGOT, SGPT, fosfatase alkali, bilirubin meningkat (jika kadar bilirubin total > 85.6 mol/L atau 5 mg/dl dicurigai adanya batu di duktus koldedukus), kultur darah

USG HATI: Penebalan dinding kandung empedu(double layer) pada kolesistitis akut, sering ditemukan pula sludge atau batu

Cholescintigraphy

KRITERIA DIAGNOSIS KOLESISITITIS AKUT DENGAN BATU

Tanda murpy (+)

Ultrasonografi

Penebalan dinding kandung empedu (> 5mm)

Distensi kandung empedu

Adanya cairan di perikolesistik

Adanya edema subserosa (tanpa asites)

Adanya udara intramural

Kerukan membrane mukosa

Kolesisitisis (+)

DIAGNOSIS BANDINGAngina pektoris, infark miokard akut, apendisitis akut, retrosaekal, tukak peptic perforasi, pankreatitis akut, obstruksi intestinal 

PENATATALAKSANAAN

Tirah baring

Pemberian diet rendah lemak pada kondisi akut atau nutrisi parsial/parenteral bila asupan tidak adekuat

Hidrasi kecukupan cairan tambahan hidrasi intravena sesuai klinis

Pengobatan suportif (antipiretik, analgetik, pemberian cairan infuse dan mengoreksi kelainan elektrolit)

Antibiotika parenteral: untuk mengobati septicemia dan mencegah peritonitis dan empiema

Antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan sefalosporin, dan metronidazol

Kolesistektomi awal lebih disarankan karena menurunkan morbiditas dan mortalitas. Jika dilakukan selama 3 hari pertama, angka mortalitas 0,5%. Ada juga yang berpendapat dilakukan setelah 6-8 minggu setelah terapi konservatif dan keadaan umum pasien lebih baik

KOLESISTITIS AKUT DENGAN BATU

Pengobatan suportif (antipiretik, analgetik, pemberian cairan infuse dan mengoreksi kelainan elektrolit)

Antibiotika parenteral

Surgical cholecystectomy dan cholecystostomy segera

Percutaneous cholecystostomy dengan bantuan ultrasonografi: jika kondisi umum pasien buruk

Endosopic ultrasound biliary drainage (EUS-BD)

KOMPLIKASIGangrene/ empiema kandung empedu, perforasi kandung empedu, fistula, peritonitis umum, absesi hati, kolesisititis kronik 

PROGNOSISPenyembuhan total didapatkan pada 85% kasus, sekalipun kandung empedu menjadi tebal, fibrotic, penuh dengan batu, dan tidak berfungsi lagi. Tidak jarang menjadi rekuren, maksimal 30% akan rekuren dalam 3 bulan ke depan. Pada 50 kasus dengan serangan akut akan membaik tanpa operasi, dan 20% kasus memerlukan tindakan operasi. 

Tindakan bedah akut pada usia lanjut (>75 tahun) mempunyai prognosis yang buruk. Pencegahan kolesistitis akut dengan memberikan CCK 50 NG/kg intravena dalam 10 menit, terbukti mencegah pembentukan sludge pada pasien yang mendapatkan total parenteral nutrition. 

REFERENSI

Pridady. Kolesistitis. Dalam Dalam: Suyono, S. Waspadji, S. Lesmana, L. AlwL I. Setiati, S. Sundaru, H. dkk. Buku Ajar llmu Penyakit Dalam. Jilid I. Edisi V. Jakarta: Intern a Publishing; 2010. Hal.718-726

Sherlock S, Dooley J. Gallstones and Benign Biliary Disease. In: Dooley J, Lok A Burroughs A Heathcote E. Diseases of the Liver and biliary System. 12’h ed. UK: Blackwell Science. P257-293

Andersson KL, Friedman LS. Acalculous Biliary Pain, Acalculous Cholecystitis, Cholesterolosis, Adenomyomatosis, and Polyps of the Gallbladder. In : Feldman M, Friedman L Brandt L. Sleisenger and Fordtran’s Gastrointestinal and Liver Disease: Pathophysiology/Diagnosis/Management. 9’h ed. USA: Elsevier. Chapter 67.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s