Gejala, Diagnosis dan Penanganan Perdarahan Anus atau Hematokezia

Gejala, Diagnosis dan Penanganan Perdarahan Anus atau Hematokezia

Hematokezia merupakan suatu gejala perdarahan gastrointestinal, yaitu keluarnya darah segar atau merah marun dari rectum. Hematokezia lebih sugestif kearah perdarahan saluran ceran bagian bawah (SCBB), namun pada 10% kasus, dapat juga berasal dari perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) yang massif.

Apabila hematokezia merupakan gejala klinis dari perdarahan SCBA, maka akan terjadi instabilitas hemodinamik dan terjadi penurunan hemoglobin. 

Evaluasi diagnostik perdarahan SCBB lebih sulit secara signifikan dibandingkan dengan perdarahan SCBA. 

Penyebab

  • lokasi perdarahan dapat terjadi di traktus gastrointestinal manapun.
  • Perdarahan seringkali bersifat intermittent (hilang timbul).
  • Bukti adanya perdarahan aktif mungkin tidak jelas sampai perdarahan berhenti, dan
  • Operasi kegawatdaruratan mungkin dibutuhkan untuk diagnosis spesifik dan lokalisasi perdarahan

Anamnesis dan pemeriksaan fisik biasanya tidak dapat mendiagnosis sumber perdarahan. Endoskopi merupakan pilihan pemeriksaan pada pasien dengan perdarahan SCBA dan sebaiknya dilakukan secepatnya pada pasien dengan instabilitas hemodniamik (hipotensi, takikardi, atau perubahan postural nadi dan tekanan darah) 

Pemeriksaan Penunjang

  • Laboratorium : darah lengkap, elektorlit, koagulasi, golongan darah
  • Kolonoskopi: Merupakan pemeriksaan penunjang diagnostik utama terpilih pada penderita pendarahan SCBB. Selama prosedur berlangsung, operator dapat mengevaluasi perubahan mukosa kolon, patologi infeksius, kolitis, dan perubahan iskemik untuk menyingkirkan diagnosis banding. Sebaiknya dilakukan dalam 12-48 jam saat gejala pertama kali muncul, dan setelah dilakukan persiapan bilas kolon ( 1 L polyethylene glycol solution tiap 30-45 menit selama sedikitnya 2 jam atau sampai cairan jernih
  • Pencitraan radionuklir (Blood pool scan). Dilakukan apabila kolonoskopi gagal mengindentifikasi lokasi sumber perdarahan
  • Angiografi: Injeksi zat kontras ke dalam arteri mesenterika superior dan inferior dan cabang-cabangnya untuk menentukan lokasi perdarahan.


Penatalaksaan perdarahan SCBB memiliki 3 komponen yaitu:

  • Resusitasi dan penilaian awal
  • Pertimbangkan rawat jalan dengan follow up apabila:
  1. Usia < 60 tahun
  2. Tidak ada tanda gangguan hemodinamik (sistolik ≥ 100mmHg, nadi < 100x/menit) Tidak ada tanda perdarahan rectal yang terlihat jelas Sumber perdarahan jelas pada pemeriksaan rectal / sigmoidoskopi Pertimbangkan rawat inap dan endoskopi dini apabila Usia ≥ 60 tahun (semua pasien > 70 tahun harus dirawat)
  3. Ada tanda gangguan hemodinamik (sistolik < 100mmHg, nadi ≥ 100x/menit) Adanya tanda perdarahan per rectal yang terlihat jelas (gross rectal bleeding) Riwayat konsumsi aspirin atau NSAID Memiliki penyakit komorbid Indentifikasi sumber perdarahan = dengan pemeriksaan penunjang tersebut diatas Intervensi terapeutik untuk menghentikan perdarahan: Endoskopi: injeksi epinefrin, elektrokauter, pemasangan endoklip,lem fibrin Angiografi: infuse vasopresor intra –arterial, embolisasi Bedah: apabila diperlukan transfusi dalam jumah besar ( contoh: >4 unit PRC dalam 24 jam ), instabilitas hemodinamik yang tidak merespon terapi medis, perdarahan berulang yang tidak merespon terapi, perdarahan divertikular ≥ 2 episode

KOMPLIKASI

  • Syok hipovolemik, gagal ginjal akut, anemia karena perdarahan 

PROGNOSIS

  • Meskipun sebagian besar perdarahan divertikular bersifat self limited dan sembuh spontan. Hilangnya darah bersifat massif dan cepat pada 9-19% pasien.
  • Pada pasien dengan penyakit komorbid, malnutrisi atau penyakit hati, memiliki prognosis buruk. Peggunaan aspirin dan NSAID berkaitan erat dengan meningatnya resiko perdarahan divertikular. 

REFERENSI

  • Laine L. Gastrointestinal Bleeding. In : Longo DL, Fauci AS, Kasper DL, Hauser SL Jameson JL, Loscalzo J. Harrison’s Principles of Internal Medicine 18th Edition. New York: McGraw- Hill. 2012.
  • Zuccaro G Jr. Management of the adult patient with acute lower gastrointestinal bleeding. American College of Gastroenterology. Practice Parameters Committee. Am J Gastroenterol. 1998;93(8):1204.

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s