Gejala dan Penanganan Tumor Kolorektal

Gejala dan Penanganan Tumor Kolorektal

Tumor kolorektal dapat dibagi dalam dua kelompok yakni polip kolon dan kanker kolon. Polip adalah tonjolan di atas permukan mukosa.

Makna klinis yang penting dari polip ada dua yakni pertama kemungkinan mengalami transformasi menjadi kanker kolorektal dan kedua dengan tindakan pengangkatan polip, kanker kolorektal dapat dicegah.

Faktor risiko kanker kolorektal :

  • Umur. Resiko kanker kolorektal meningkat dengan bertambahnya usia. Kebanyakan kasus terjadi pada usia 60-70 tahun
  • Adanya polip(tumor jinak) pada usus besar, polip (terutama adenomatous)
  • Riwayat kanker : wanita yang memiliki kanker ovarium,rahim,atau payudara juga berisiko tinggi terserang penyakit kanker kolorektal
  • Adanya riwayat kanker usus besar pada keluarga, terutama keluarga dekat atau bisa juga beberapa kerabat yang terkena sebelum usia 55 tahun bisa meningkatkan resiko kanker ini.
  • Selain itu,keberadaan familial adenomatous polyposis (FAP) membawa resiko yang mendekati 100% terkena kanker kolorektal pada usia 40 tahun jika tidak diobati. Juga perlu diperhatikan bahwa hereditary nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC) atau syndrome lynch, yaitu kondisi genetik autosomal
  • Merokok. Perokok lebih cenderung meninggal karena kanker kolorektal dibandingkan non perokok. Sebuah studi American cancer society menemukan bahwa wanita yang merokok lebih dari 40% lebih cenderung meninggal karena kanker kolorektal dibandingkan wanita yang tidak pernah merokok, sedangkan pria perokok memiliki lebih dari 30% peningkatan risiko kematian akibat penyakit ini dibandingkan laki-laki yang tidak pernah merokok
  • Makanan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi tinggi daging merah dan kurang konsumsi buah segar, sayuran, ikan,dan unggas meningkatkan resiko terkena kanker kolorektal
  • Fisik tidak aktif.
  • Primary sclerosing cholangitis (PSC)- penyakit hati kronis – membuka peluang terkena risiko independen untuk colitis ulseratif
  • Radang usus. Sekitar satu persen kanker kolorektal memiliki riwayat ulcerative colits kronis
  • Alkohol: terutama peminum berat, dapat memiliki resiko terkena kanker ini (khususnya pada pria). NIAA ( melalui studi epidemologi) telah menemukan hubungan dosis kecil(tapi konsisten/sering) minuman beralkohol dengan kanker kolorektal (walaupun peminum itu juga mengkonsumsi makan serat tinggi dan rendah lemak)

Tanda dan Gejala

  • Perubahan pola buang air besar, perdarahan per anus (hematokezia, dan konstipasi)
  • Gejala obstruksi :
  1. Parsial : nyeri abdomen
  2. Total : nausea, muntah, distensi, dan obstipasi
  3. Invasi lokal bisa menimbulkan tenesmus, hematuria, infeksi saluran kemih berulang, dan obstruksi urethra
  • Anamnesa adanya faktor resiko kanker kolorektal seperti tercantum diatas
  • Dapat ditemukan massa yang nyeri pada abdomen. Nyeri dapat menjalar ke pinggul sampai tungkai atas. Bila ada obstruksi dapat ditemukan distensi abdomen. Tumor pada kolon kiri lebih sering menyebabkan gejala obstruksi. Metastasis paling sering ke organ hati, dapat ditemukan hati teraba irreguler.

Pemeriksaan Penunjang

  • Laboratorium : perdarahan intermitten dan polip yang besar dapat dideteksi melalui darah samar feses atau anemia defisiensi fe
  • Radiologi : kolonoskopi
  • Evaluasi histology: gambaran atipik berat menunjukkan adanya fokus karsinomatous yang belum menyentuh membrane besalis. Bilamana sel ganas menembus membrane besalis tapi tidak melewati muskularis mukosa disebut karsinoma intra mukosa.

Diagnosis Banding

  • Tumor retrorektal,volvulus,prolaps rekti

PENATALAKSANAAN

  • Kemoprevensi: obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS ) termasuk aspirin. Beberapa OAINS seperti sulindac dan celecoxib telah terbukti secara efektif menurunkan insidens berulangnya adenoma pada pasien dengan FAP (familial adenomatus polyposis)
  • Endoskopi dan operasi
  • Bila ukuran < 5 mm maka pengangkatan cukup dengan biopsy atau elektrokoagulasi bipolar
  • Hemikolektomi apabila tumor di caecum, kolon ascending, kolon transfersum tetapi lesi di fleksura lienalis dan kolon desending
  • Tumor di sigmoid rektum proksimal dapat diangkat dengan tindakan LAR (Low anterior resection)
  • Terapi adjuvan : 5 FU (pada dukes C), irnotecan (CPT 11) Inhibitor topoisomer, oxaliplatin

KOMPLIKASI

  • Perdarahan massif dapat menyebabkan anemia defeisiensi besi
  • Metastase

PROGNOSIS

  • Pada familial adenematous polyposis, kemungkinan berkembang menjadi kanker noncolorektal adalah 11% pada usia 50 tahun dan 52% pada usia 75 tahun. Pada kanker kolorektal, prognosis tergantung pada stadium kanker

REFERENSI

  • Cohen, AM. Colorectal tumors. Oxford Textbook of Surgery 2nd Edition.
  • Gastrointestinal endoscopy. In: Fauci A. Kasper D. Longo D. Braugenwald E, Hauser S, Jameson J, Loscalzo J, editors. Harrison’s principles of internal medicine 18th ed. United New York: The McGraw-Hill Companies, 2012.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s